Thursday, May 27, 2010

Sungguh Engkau Berbudi Pekerti yang Agung



-- Bentuk tubuh Rasulullah SAW--

Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW, berkata:

“Saya bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah -yang selalu berbicara tentang Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepada saya berkenaan dengan Nabi, agar kecintaan saya bertambah. Ia berkata, ‘Nabi Allah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama. Ia lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari orang-orang jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila rambutnya itu bisa disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya tumbuh panjang, ia tak akan membiarkannya melewati daun telinga. Kulit wajahnya putih dengan dahi yang lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat, tapi tidak bertemu.

Di antara kedua alisnya, ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas ketika beliau marah. Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari bawah ke atas, seakan-akan mengangkat tubuhnya.

‘Janggutnya pendek dan tebal; pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar dengan gigi-gigi yang jarang dan bersih. Di atas dadanya ada bulu yang sangat halus; lehernya seperti batang perak murni yang indah. Tubuhnya serasi (semua anggota tubuhnya sangat serasi dengan ukuran anggota tubuh yang lain). Perut dan dadanya sejajar. Bahunya lebar, sendi-sendi anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian bersinar terang. Segaris bulu yang tipis memanjang dari dada ke pusarnya. Di luar itu, dada dan perutnya tidak berbulu sama sekali. Lengan, bahu dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari-jemarinya panjang. Pertengahan telapak kakinya melengkung, tidak menyentuh tanah, air tidak membasahinya.

Ketika berjalan ia mengangkat kakinya dari tanah dengan dada yang dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan cepat seakan-akan menuruni bukit. Bila berhadapan dengan seseorang, Ia hadapkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepalanya. Matanya selalu merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama daripada pandangannya ke langit. Sesekali ia memandang dengan pandangan sekilas. Ia selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya di jalan.’

-- Cara bicara Rasulullah --

Kemudian Imam Hasan berkata, “Ceritakan kepadaku cara bicaranya.”

Hind bin Abi Halah berkata, “Ia selalu tampak sendu, selalu merenung dalam, dan tidak pernah tenang. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya dengan sangat fasih. Pembicaraannya singkat dan padat, tanpa kelebihan kata-kata dan tidak kekurangan perincian yan diperlukan. Ia berbicara lembut, tidak pernah kasar atau menyakitkan. Ia selalu menganggap besar anugerah Tuhan betapapun kecilnya. Ia tidak pernah mengeluhkannya. Ia juga tidak pernah mengecam atau memuji berlebih-lebihan apapun yang ia makan

Dunia dan apapun yang ada padanya tidak pernah membuatnya marah. Tetapi, jika hak seseorang dirampas, ia akan sangat murka sehingga tidak seorang pun mengenalnya lagi dan tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya sampai ia mengembalikan hak itu kepada yang punya. Ketika menunjuk sesuatu, ia menunjuk dengan seluruh tangannya. Ketika terpesona, ia membalikkan tangannya ke bawah. Ketika berbicara,terkadang ia bersedekap atau merapatkan telapak tangan kanannya pada punggung ibu jari kirinya. Ketika marah, ia palingkan wajahnya. Ketika tersinggung, ia merunduk. Ketika ia tertawa, gigi-giginya tampak seperti untaian butir-butir hujan es.

Imam Hasan berkata, “Saya menyembunyikan berita ini dari Imam Husain sampai suatu saat saya menceritakan kepadanya. Ternyata ia sudah tahu sebelumnya. Kemudian saya bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata ia telah bertanya kepada ayahnya (Imam Ali) tentang Nabi, di dalam dan di luar rumah, cara duduknya dan penampilannya, dan ia menceritakan semuanya.”

-Akhlak Rasulullah ketika masuk rumah-

Imam Husain berkata, “Aku bertanya kepada ayahku ( Ali Bin Abi Thalib RA) tentang perilaku Nabi ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata, ‘Ia masuk rumah kapan saja ia inginkan. Bila berada di rumah, ia membagi waktunya menjadi tiga bagian; sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi untuk dirinya. Kemudian ia membagi waktunya sendiri antara dirinya dan orang lain; satu bagian khusus untuk sahabatnya dan bagian lainnya untuk umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk kebiasaannya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama. Di antara sahabatnya, ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan, atau banyak keperluan lain. Ia menyibukkan dirinya dengan keperluan mereka. Jadi, ia menyibukkan dirinya untuk melayani mereka dan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik bagi mereka.

“Ia sering menanyakan keadaan sahabatnya dan memberi tahu mereka apa yang patut mereka lakukan. ‘mereka yang hadir sekarang ini harus memberitahukan kepada yang tidak hadir. Beritahukan kepadaku orang yang tidak sanggup menyampaikan keperluannya kepadaku. Orang yang menyampaikan kepada pihak yang berwenang keluhan seseorang yang tidak sanggup menyampaikannya, akan Allah kokohkan kakinya pada Hari Perhitungan’. Selain hal-hal demikan, tidak ada yang disebut-sebut dihadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka menerimanya. Mereka meninggalkan majlis Nabi sebagai pembimbing untuk orang di belakangnya.’

--Akhlak Rasulullah di luar rumah--

“Aku bertanya kepadanya tentang tingkah laku Nabi yang mulia di luar rumahnya. Ia menjawab, ‘Nabi itu pendiam sampai ia merasa perlu untuk bicara. Ia sangat ramah kepada setiap orang. Ia tidak pernah mengucilkan seorang pun dalam pergaulannya. Ia menghormati orang yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaganya kaumnya. Ia selalu berhati-hati agar berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkan wajah yang tidak ramah kepada mereka. Ia suka menanyakan keadaan sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya keluarganya atau tetangganya. Ia menunjukkan yang baik itu baik dan memperkuatnya. Ia menunjukkan yang jelek itu jelek dan melemahkannya. Ia selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya.’

“Ia tidak pernah lupa memperhatikan orang lain karena ia takut mereka alpa atau berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak pernah ragu-ragu dalam kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang paling baik, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang paling tulus menyayangi kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi kedudukannya disisinya adalah orang yang paling banyak memperhatikan dan membantu orang lain.’”

--Cara Rasulullah duduk--

Imam Husain berkata, “Kemudian aku bertanya kepadanya tentang cara Rasulullah duduk. Ia menjawab, ‘Rasulullah tidak pernah duduk atau berdiri tanpa mengingat Allah. Ia tidak pernah memesan tempat hanya untuk dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika datang di tempat pertemuan, ia duduk dimana saja tempat tersedia. Ia juga menganjurkan orang lain untuk berbuat yang sama. Ia memberikan tempat duduk dengan cara yang sama sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain lebih mulia ketimbang dia. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia akan tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri atau meninggalkannya. Jika orang meminta sesuatu kepadanya, ia akan memberikan tepat apa yang orang itu minta. Jika tidak sanggup memenuhinya, ia akan mengucapkan kata-kata yang membahagiakan orang itu. Semua orang senang pada akhlaknya sehingga ia seperti ayah bagi mereka dan semua ia perlakukan dengan sama.

Majlisnya adalah majlis kesabaran, kehormatan, kejujuran dan kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnya dan tidak ada tuduhan-tuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan orang yang diulangi lagi di luar majlis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan sesamanya dengan baik dan mereka satu sama lain terikat dalam kesalehan. Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang kepada yang muda, dermawan kepada yang fakir, dan ramah kepada pendatang dari luar.’

--Cara Rasulullah bergaul dengan sahabatny--

“Aku bertanya kepadanya bagaimana Rasulullah bergaul dengan sahabat-sahabatnya. Ia menjawab, ‘Rasulullah ceria, selalu lembut hati, dan ramah. Ia tidak kasar dan tidak berhati keras. Ia tidak suka membentak-bentak. Ia tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencari-cari kesalahan orang, juga tidak suka memuji-muji berlebihan.Ia mengabaikan apa yang tidak disukainya dalam perilaku orang begitu rupa sehingga orang tidak tersinggung dan tidak putus asa. Ia menjaga dirinya untuk tidak melakukan tiga hal: bertengkar, banyak omong, dan berbicara yang tidak ada manfaatnya.Ia juga menghindari tiga hal dalam hubungannya dengan orang lain: mengecam orang, mempermalukan orang, dan mengungkit-ungkit kesalahan orang.

Ia tidak pernah berkata kecuali kalau ia berharap memperoleh anugerah Tuhan. Bila ia berbicara, pendengarnya menundukkan kepalanya, seakan-akan burung bertengger di atas kepalanya. Baru kalau ia diam, pendengarnya berbicara. Mereka tidak pernah berdebat di hadapannya. Jika salah seorang di antara mereka berbicara, yang lain mendengarkannya sampai ia selesai. Mereka bergiliran untuk berbicara di hadapannya. Ia tertawa jika sahabatnya tertawa; ia juga terkagum-kagum jika sahabatnya terpesona. Ia sangat penyabar kalau ada orang baru bertanya atau berkata yang tidak sopan, walaupun sahabat-sahabatnya keberatan. Ia biasanya berkata, “Jika kamu melihat orang yang memerlukan pertolongan, bantulah ia.” Ia tidak menerima pujian kecuali dari orang yang tulus. Ia tidak pernah menyela pembicaraan orang kecuali kalau orang itu melampaui batas. Ia menghentikan pembicaraannya atau berdiri meninggalkannya.


Maraji :
Ma’ani Al Akhbar 83;
‘Uyun Al Akhbar Al Ridha 1:246;
Ibnu Katsir, Al Shirah Nabawiyah 2:601;
Thabathabai, Sunan Al Nabi SAW 102-105


repost from : http://www.facebook.com/pages/Cinta-Dan-Rindu-Rosululloh-Muhammad-SAW/124710470882257#!/notes/cinta-dan-rindu-rosululloh-muhammad-saw/sungguh-engkau-berbudi-pekerti-yang-agung/122169134484690
Kebijaksanaan dari Sepotong Pensil


“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

“Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab,

“Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”, Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

pertama:

pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.

kedua:

dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.

ketiga:

pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.

keempat:

bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.

kelima:

sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…

Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

Sunday, May 23, 2010

Freeze!

Alhamdulillah... akhirnya bisa juga... freeze! Istilah capoeiranya sih 'queda de rins'. Kalau ga salah artinya berdiri dengan/di atas ginjal gtu? Hehe... walaupun ga taw udah bener apa belum, katanya sih masih kurang tinggi kakinya, tapi... lumayan lah... dah bisa jaga keseimbangan nahan berat badan di siku, hehe...

Ceritanya sih ngiri sama teman-teman yang udah pada bisa. Jadi rajin latihan sendiri di rumah heuseus untuk gerakan ini. Soalnya udah diajarin step by stepnya waktu latihan. Cuma... biasalah... kalau di tempat latihan mah suka kurang pe-de gitu nyobain gerakan yang belum dikuasai. Aneh ya... padahal kalau pas latihan kan bisa nanya kalau gerakannya belum bener... Dunno... that's just me... :p

Well... ada sedikit cerita tragis dalam proses latihannya --- haha... lebay... ga tragis-tragis amat ko. Waktu pertama kali bisa menahan beban tubuh, saking girangnya, lupa jaga keseimbangan... aku sendiri ga tau jatuhnya kaya gimana, yang pasti pas jatuh itu bibir 'ketemu' lutut. Ouch!

Something salty flowing on my lips... kusentuh bibir dengan jariku... whoa! What a fresh red fluid! I just got my lip bleed... mmm... salty... XP

Sempet kapok untuk beberapa saat. Sibuk menghentikan darah dulu dari luka di bibir (it's torn a bit). When I'm pretty sure my lip wasn't bleeding anymore, ok, coba lagi... :D

A few more tries, and I'm pretty sure I'm already able to do this move. Hehe... langsung foto-foto dong pas latihan --- teuteup... narsisss XD

Next move is... au-au-au... Haha... masih belum bisa au dengan benar. Latihan kemarin malem dapet tips untuk belajar au. Mulai dari handstand di dinding, buka kaki lebar-lebar dan jaga kaki tetep lurus, trus turunkan kaki satu per satu ke kiri atau ke kanan. Hey... that's quite easy... Tinggal belajar menaik-turunkan kaki bulak-balik dari kanan ke kiri. Kemarin malam aku baru berhasil menurunkan kaki ke arah kanan, ke arah kiri masih ngaco, apalagi bulak-balik. Plenty of room for improvement! ;)

Anyway... latihan kemarin malam juga mulai berani 'menyakiti' diri. Biasanya aku ga berani handstand kalau bukan deket tembok atau ga ada yang megangin. Tapi panas juga liat yang lain 'uji nyali' handstand di atas matras. So... I tried, and... ... ...

Harusnya sih jatuh yang baik itu supaya ga sakit, dari posisi handstand jatuhnya ke posisi kayang. Tapi entahlah... sepertinya aku masih belum bisa mengontrol tubuh dengan baik... dari posisi handstand... swiiinnnggg.... bruk!!! Jatuh sempurna dengan punggung terhempas di atas matras... huff... shock... hempasannya kerasa sampai ke dada... I took some moment to take a deep breath, forgetting the pain in my back and my chest, and... tried again...

Percobaan yang kedua, aku coba ikuti saran Shinta, "pelan-pelan aja handstand-nya". Ok... I tried not to rush, and... again... swiiingggg.... bruk!!! Okay... that's second... should I try for the third. Of course... but some other time XD

Pagi ini waktu bangun bener-bener pegel di punggung dan bahu. I guess akibat kebanting plus latihan handstand dan posisi freeze berulang-ulang. Fuiihhh... puass lah... mudah-mudahan latihan-latihan berikutnya aku juga bisa terus berani. Walaupun sakit, but I learned.

Ganbatte kudasai!!!

Saturday, May 15, 2010

My Stars and Storks

Lama sudah tak melipat-lipat kertas lagi. Masih banyak persediaan kertas lipatnya. Tapi setidaknya sudah punya beberapa koleksi proyek origami yang "selesai". Haha... kenapa selesainya dalam tanda kutip??? Well... see it by yourself on this picture, how's the origami project going :D

Friday, May 14, 2010

Latihan Capoeira pake batik, y not? :D

OMG! I feel so sleepy this morning. Lacking of sleep last night. Too many daydreaming that I went to bed at around 1 o'clock. Hampir telat bangun karena baru bangun jam setengah 6 pagi --- eh, bangun jam segitu mah udah telat ya? :p

Sekitar jam 10 pagi perasaan badan mulai melayang-layang lagi... Pengen bobo...Padahal latihan maculele di Be Mall kemarin malem cuma sampe jam 9 malam. Pulang nebeng teman yang pulang ke arah Padalarang, aku turun di bunderan Soekarno-Hatta, trus jalan kaki lewat jalan yg biasa jadi tempat ngetem bis Damri, jalanan masih ramai, makanya aku berani jalan kaki sendirian lewat situ :D

Okay, jadinya supaya ga terlalu ngantuk, kucoba mengingat koreografi maculele yang diajari tadi malam, sambil diketik dan membayangkan gerakannya. Supaya latihan berikutnya aku bisa lebih lancar gerakannya. Soalnya perasaan pada saat latihan kemarin aku teh rada-rada lambat menangkap instruksi XD

Huff... ketika mulai terbiasa dengan gerakan basic capoeira, masuk materi capoeira angola, fuiihhh... stamina dikuras... bener-bener belajar jaga stamina... dan mulai membiasakan lagi dengan pegal-pegal di bagian paha.

Eh... berikutnya, masuk materi maculele... kembali stamina diuji... plus... ketahanan betis... plus koordinasi tangan dan kaki... orientasi arah... hehe... masih belum hilang kelemahan yang satu ini... disorientasi arah, entah itu arah nendang, arah muter, arah mukul... mudah-mudahan tak ada yang salah dengan otakku, mungkin cuma masih belum terlatih aja otak motoriknya... XP

Sampai hari ini betis masih 'berasa'... tapi tetep aja bandel latihan lagi. Back to basic practice, I need to practice more basic. Gerakan dasarku kayanya masih belum mantap. Kadang masih suka hilang keseimbangan, makanya tadi seneng banget waktu diingatkan Mas Dedy untuk datang ke latihan di Be Mall hari ini. Aku maksain datang walaupun ga bawa baju ganti. Jadilah tadi latihan dengan kostum baju batik XD

Ga nyesel deh datang latihan tadi, selain memantapkan gerakan dasar, dapat materi yang playful dari Mas Sugeng. Belajar gerakan slow motion pada saat jogo. Hehe... seru! Tapi tadi aku belum berani jogo, belum pe-de untuk ikutan ber-slow motion, hihi... tapi lumayan... tetep belajar gerakan baru ;)

Friday, April 16, 2010

Jogo vs Public Speaking

Performing jogo in a roda, to me, is like performing public speaking.
It's always making me nervous. Sering mendadak kehilangan kata-kata alias speechless. Kalau di roda, sering mendadak lupa gerakan-gerakan yang sudah dipelajari. Tiba-tiba blank! Akhirnya bergerak ga jelas :p

Justru itu salah satu alasan aku ikut capoeira. Capoeira is like a conversation. You learn to create a good flow of jogo. Sama halnya dengan percakapan. Percakapan yang nyaman adalah percakapan yang mengalir. That's exactly what I wanna learn. To have a good conversation, memperbaiki kemampuan berkomunikasi.

Still need a lot of work though...

I'm working on it... q(^______^)p

Sunday, April 04, 2010

Taken from mailing list, luv this, a reminder ^^

saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, ambillah kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu, karena ketika dia telah pergi, segalanya akan terlambat.

saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya, karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

saat bertemu penolongmu, ingat untuk bersyukur padanya, karena ialah yang mengubah hidupmu.

saat bertemu orang yang pernah kau cintai, ingatlah dengan tersenyum untuk berterimakasih, karena ialah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum, karena ia membuatmu semakin tegar dan kuat.

saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincang dengannya, karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia, karena saat kau mencintainya, bukankah kau berharap ia bahagia.?

saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu, karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

saat bertemu orang yang pernah salah paham padamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya, karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, berterima kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu, karena saat ini kau mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.

Sunday, March 28, 2010

On One Saturday Night

Ekspresi – tenang – selesai – akrobatik.

Itu 4 hal yang dipelajari dalam sesi latihan capoeira Sabtu malam, 27 Maret 2010 yang lalu.

Ekspresi.
Pada saat jogo, tunjukkan ekspresi, apapun itu senang, bersemangat, kaget, penasaran, just show it all. Nikmati setiap gerakan yang dilakukan. Mulai dari ginga, be flexible, nikmati ayunan tubuh, ikuti kemana tubuh ingin bergerak. Ketika tiba-tiba ‘kehilangan’ langkah, terus bergerak saja. Biarkan tubuh menemukan gerakannya sendiri.

Dalam hidup juga begitu. Nikmati setiap proses yang dijalani. Setiap perasaan yang dialami. Kalau mengutip kata iklan, “enjoy aja!”. Ketika tiba-tiba bingung dan kehilangan arah, jangan hanya diam, teruslah bergerak (mencari solusi). Solusi akan ditemukan ketika dicari, bukan ketika diam. Yang penting, nikmati semua prosesnya.

Tenang.
Ketika mendapat serangan dari lawan jogo, tetap tenang, jangan panik. Karena kalau panik, biasanya akan bingung memikirkan gerakan berikutnya. Tapi kalau tenang, diserang dalam posisi apapun, bisa dengan mudah menemukan gerakan berikutnya sebagai respon terhadap serangan lawan main.

Sama halnya ketika menghadapi masalah, tetap tenang. Solusi akan lebih mudah ditemukan dalam kondisi pikiran tenang. Bukan begitu bukan?

Selesai.
Setiap melakukan gerakan, baik itu gerakan menyerang maupun gerakan bertahan. Selesaikan gerakan dengan sempurna. Ini juga akan mempermudah tubuh untuk menemukan dan melakukan gerakan berikutnya.

Kembali analoginya dengan persoalan sehari-hari. Selesaikan urusan satu persatu. Ketika satu urusan selesai, baru beranjak ke urusan berikutnya, urusan tersebut akan lebih lancar. Lain halnya kalau satu urusan belum selesai, sudah beranjak ke urusan lain, konsentrasi akan terbagi antara satu urusan dengan urusan lainnya.

Akrobatik.
Hehehe… kalau yang ini tambahan untuk mempercantik pertunjukan. Tapi kalau mau dianalogikan juga, setiap melakukan gerakan akrobatik, pastinya pelaku akrobatik sudah memperhitungkan langkah-langkah dalam melakukan gerakan tersebut serta risiko cedera apabila ada langkah yang kurang tepat. Diperlukan kepercayaan diri untuk melakukan gerakan dengan cantik dan sempurna.

Subhanallah… muantabs… ga cuma belajar teknik capoeira, tapi juga filosofi di balik capoeira itu sendiri. Daleemmm… Mudah-mudahan bisa diterapkan. Aamiinnn… ^^v

Saturday, March 20, 2010

Just another mood swing, I guess

Yes, I drink coffee.
Yes, I do my own laundry.
Yes, I do this by myself.
Yes, I do that by myself.
Blah... blah... blah...

Sometimes I just confused with what others think about me. What people around me really think about me. And these people just never stop surprise me...

Entah mungkin karena mood memang lagi ga bagus, jadinya pertanyaan simpel seperti, "Teh Eneng minum kopi?" bisa tiba-tiba membakar hatiku. (sebagian besar kerabat memanggilku Eneng, dan beberapa kerabat menambahkan panggilan Teteh di depannya).

I know it sounds silly, tapi kadang aku mempertanyakan pertanyaan itu sendiri yang membuatku berpikir "emang penting ya buat ditanyain?". Ok, bagian positif dari pikiranku berkata, itu pertanyaan yang wajar, orang bertanya karena ingin tahu. Tapi ada bagian lain yang berkata, "Gosh! Yang kaya gini aja ditanyain??? Apa anehnya sih kalau aku minum kopi??? People drinks coffee, y'know!!!"

Hahaha... emang parah... mood-ku lagi parah. I thought PMS should have ended while you're on your period. Maybe it's just me, I guess :p

Dan pertanyaan simpel di atas membuatku teringat kembali pertanyaan simpel lainnya yang juga bisa tiba-tiba menyulut kekesalan. --- does that happen to you too, or just me? ---

Ok, sebenarnya kadang berawal dari pernyataan. Yang kadang bagiku terdengar seperti sebuah judgement.

People : "Dirimu sih enak, tinggal di rumah, ada mesin cuci"
Me :"Haha... iya, mesin cuciku di rumah merk tangan dan kaki!"
People : "Maksudnya?"
Me : "Aku nyuci sendiri kok"
People : "Pake tangan?"
Me : "Iya"
People : "Tapi ada pembantu kan?"
Me : "Hihi... iya, pembantunya aku..."
People : "Tapi ada Mama kan?"
Me : "Ya ampun, Mamaku umurnya udah 60-an, tega aja klo aku biarin Mama nyuci bajuku"
People : .........

Dan pernyataan atau pertanyaan dengan konten seperti itu bukan cuma satu dua kali terlontar. Membuatku berpikir... apa aku tampak seperti tuan putri atau ratu manja yang selalu merepotkan orang lain untuk melakukan bahkan pekerjaan rumah yang ringan sekalipun??? Just because I live at home with my parents doesn't make me a spoil brat, y'know!!!

Wakakakak... tinggi lagi dah emosinya... :p

Anyway... cuma pengen menumpahkan kekesalan tanpa bermaksud menularkan kekesalan itu sendiri, hehe... mudah2an tak menular.

Anggaplah ini kesempatan untukku introspeksi. Mungkin sikapku masih mencerminkan anak yang super duper manja, jadinya beberapa orang (untuk tidak mengatakan banyak orang :p), memiliki penilaian seperti itu terhadapku. Huff... hate to admit it, but yes... I think I am still very childish.

Ganbatte kudasai, Tika!!!

Friday, March 12, 2010

Bosan

Senja menjelang
Hatiku sedang tenggelam
Cahaya temaram
Wajahku muram
Ingin berontak
Menggeliat
Melepaskan diri

Repost beberapa tulisan dari blog Friendster, hehe... belum bikin tulisan baru lagi ;p

Aku?

Kalau aku kertas, mungkin aku adalah kertas kosong

Polos, hampa

Atau…

mungkin sudah ada goresan tinta disana

tapi…

masih berupa goresan tak berbentuk

tanpa makna

bingung

mencari jawab

akan tanya yang pun tak jelas

hanyut, terbang, mengambang

melayang

lalu lenyap

Tinggal atau Pergi?

Banyak tanya melintas di kepalaku
Mencari alasan untuk tinggal
Banyak saat ku merasa ingin hengkang
Tapi tak sedikit pula peristiwa menahanku
Kadang sempat ku merasa tak tahan
Tapi sering pula aku ingin bertahan
Mana yang harus kuturuti?
Kucoba mencari jawab di luar
Sejenak berlari…
bukan… bukan berlari…
Karena aku masih tinggal
Mungkin hanya pengalih perhatian sesaat
Dimana aku bisa menikmati kebebasan
yang masih kupelajari
ingin kukuasai

Saturday, January 16, 2010

Anyer, 10 - 14 Januari 2010


Hawaii Hotel, Anyer

acara Rihlah Kerja Nasional 2010, ga sempat foto narsis, tapi sempat foto2 pemandangan (^___^)>

Monday, December 28, 2009

Tips Mengirim Lamaran via E-mail

Tulisan ini saya buat setelah menghabiskan waktu berjam-jam mengunduh berkas lamaran dengan total file sebesar 7 MB. Well... okay... ga sampai berjam-jam, cuma sekitar 3 jam, bolak-balik mengklik file attachment satu persatu...

So... here are the tips :

  • Cantumkan posisi/jabatan yang dilamar pada subject e-mail.
  • Surat lamaran sebaiknya ditampilkan di badan e-mail juga lampirkan filenya dalam attachment. Ditampilkan di badan e-mail untuk memperjelas posisi yang dilamar, ringkasan perkenalan dari si pelamar, dan darimana informasi mengenai lowongan diperoleh. CV sebaiknya dilampirkan dalam bentuk file word atau pdf. Lebih baik lagi jika dalam file CV sudah dilengkapi foto, walaupun tidak masalah jika foto dilampirkan dalam file jpg terpisah.
  • Lampiran berkas lamaran pelengkap lainnya (seperti scan ijazah, transkrip, KTP, sertifikat kursus, surat rekomendasi, dsb) sebaiknya dilampirkan dalam bentuk jpg atau pdf. Jika memungkinkan (dan mungkinkanlah), satukan seluruh berkas lamaran, mulai dari surat lamaran, CV, ijazah dkk, dalam satu file pdf. Ini akan sangat mempermudah petugas administrasi yang menyortir lamaran untuk mendownload lamaran Anda.
  • Jika tak ada program konversi file untuk menjadi file pdf, satukan seluruh file lamaran dalam satu folder untuk kemudian dikompres (rar atau zip). Ini juga dalam rangka mempermudah proses mengunduh sang petugas admin (sungguh, tak ada ruginya mempermudah tugas sang admin penyortir lamaran, trust me, admin akan sangat berterimakasih dan turut mendoakan Anda...).
  • Last but not least, pastikan besar file yang dikirim tidak terlalu besar, lagi2 untuk mempermudah proses pengunduhan. Umumnya perusahaan menetapkan besar file maksimum untuk berkas lamaran yang dikirim via e-mail. Perhatikan ketentuan ini. Saya pribadi menyarankan tidak lebih besar dari 2MB. Percayalah, walaupun sang admin bisa saja memaksakan mendownload berkas lamaran yang total besar filenya 'kadang' mencapai 7MB, bukan berarti sang petugas menikmatinya, belum lagi kalau dari satu pelamar, harus mengklik link attachment berulang-ulang karena tidak ada opsi 'download all'. Alhasil, proses mengunduh berkas lamaran bisa berlangsung berjam-jam (lebay mode ON).
  • Itu pun kalau berhasil diunduh. Bayangkan betapa kesalnya petugas admin, jika setelah berjam-jam berusaha mengunduh file besar dari e-mail pelamar, diakhiri dengan kegagalan. Bukan hanya kasihan pada sang petugas yang waktunya terbuang percuma, tapi juga sang pelamar sendiri, berkas lamarannya tidak sempat terbaca karena filenya tidak bisa dibuka. Peluang bekerja di perusahaan impian gagal hanya gara2 lamaran tak bisa dibuka, oh, please...

Okay, sekian tips kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Dan mudah-mudahan saya bisa sharing lagi perihal lamar-melamar ke perusahaan ini lain waktu (tunggu mood menulis itu datang :D)

Saturday, December 05, 2009

Apa ya?

Sebenarnya belum makan dari pagi, tapi malas makan. Antara lapar dan nggak.

Ga taulah. Tadi pagi masih berasa lapar dan pengen makan karena belum sarapan. Mendadak kehilangan selera makan waktu bahas anggaran. Ditambah lagi mikirin laporan penyelesaian tugas yang harus dibuat per bulan untuk masing-masing grup/unit. Otak mendadak hang...

Sampai tadi sore di kantor akhirnya cuma buat format blanknya dulu. Uraian kegiatannya aku lengkapi Senin. Dah keburu puyeng duluan. Surfing kesana kemari di dunia maya juga ga banyak membantu. Dah kehilangan khasiatnya sebagai sarana refreshing. Tadi sudah bosan. Jenuh. Mandeg.

Fuuh...ini juga sedang terlalu malas menghidupkan komputer untuk menumpahkan isi hati, jadi merelakan sang jempol berjuang menari-nari di atas keypad ponselku. Gemporr...