Sunday, September 16, 2012

I don't think about you anymore, but I don't think about you any less

A song by Hungry Ghosts.
I didn't really understand how it felt when I listened to the song for the first time.
But later on... a few months after... I guess I understand how the song feels...
Sometimes... you don't understand something right away, there would be moments and time that will lead you to understand... later...
For now... I'll just enjoy the song with a glass of hot chocolate

Sunday, August 05, 2012

what if every single stumble, every challenge, every experience in our life was only intended for one purpose: to bring us back to our origin? What if every win, every loss, every beauty, every fall, every cruelty, and every smile was only intended to unveil another barrier between us and God? Between us and where we began, and where we are desperately seeking to return? #another quote from Yasmin Mogahed

Not Too Young, Not Too Old

Bukan... aku bukannya mau sharing lirik lagunya Aaron Carter, cuma dialog kemarin tiba-tiba mengingatkan pada salah satu lagunya "not too young, not too old" --- dan mendadak berpikir ulang, bener gitu itu lagunya Aaron Carter? Heu... :p

Kemarin, entah gimana awal mulanya, tiba-tiba di ruangan seru membicarakan perihal SMA. Awalnya aku ga terlalu minat nimbrung, karena lagi (sok) sibuk di kubikel sendiri. Tiba-tiba telinga menangkap ada nama SMA-ku disebut.
(hehe... walaupun kejadiannya kemaren, tapi isi obrolan rame-ramenya ga sepenuhnya inget, pokoknya ingetnya aja almamaterku disebut, dan aku langsung nimbrung)
Me : "oh? dr. Pam alumni 2?"
dr. Pam : "iya, saya alumni 2"
Me : "angkatan berapa, Pak?" (tadi manggil dokter, sekarang Pak, gimana sih? ga konsisten :p)
dr. Pam : "Teh Tika angkatan berapa?"
Me : "saya angkatan 2000"
dr. Pam : "oohh... ga jauh beda ko sama saya"
Me : "oya? angkatan berapa gitu, Pak?"
dr. Pam : "saya angkatan 95"
hiyaa... iya betul, ga beda jauh, tapi tetep aja ga ketemu, aku masuk, beliau udah lulus :p

Selesai sampai disitu? Iya, obrolannya memang ga lanjut lagi. Tapi ternyata, ada yang shock mendengar dialog itu *lebay
Notifikasi YM berbunyi.
Anggun : "Teh Tika SMA-nya angkatan 2000?"
Me : "Iya. Kenapa gtu?"
Anggun : "Waa... tahun segitu Anggun masih 10 tahun."
Me : "hehe..."
Anggun : "Kirain kita ga beda jauh"

Hihi... udah ge-er aja... awet muda nih ceritanya (atau emang efek samping dari kekanak-kanakan?).
Hehe... nikmati aja, Alhamdulillah kalau memang masih (tampak) muda. Muda sepanjang hidup (maunya). Jiwa boleh tetap muda, tapi proses pendewasaan terus berjalan.

Tuesday, July 17, 2012

Once Upon A Time...


Once upon a time, before Facebook, Twitter, Foursquare, atau makhluk semacamnya eksis... what did I do on my 'spare time'?
Koq spare time-nya pake tanda kutip? Karena yang dimaksud bukan bener-bener spare time, sometimes it's more like... killing time or... I hate to admit it, but I'll just have to say it, some kind of activity to waste time :p
Hmm... let's see... time before Facebook exist? I used to kill my time with Friendster. Haha... parah banget sih... Ok, go further before Friendster, what did I do? I 'live my life' on The Sims!!!
Ok...ok... my current version of me would say to my old version "Get a life!"
Harsh, I know... but looking back at myself back then, I really need to get a life. Get out of this current comfort zone (it's no longer comfort anymore anyway). Expand my comfort zone. Explore the world just like Dora (maybe I can replace the monkey with a cat? or tiger would look cool, I guess...).
Wuaaa... so many things flying around inside my head...
Arkarna would sing 'so little time, so much to do'
I would sing Taylor Swift's "I don't know what I want, so don't ask me, I'm still trying to figure it out"
And when I scroll up to the beginning of this writing, sebenernya aku mau nulis apa sih?
Ge-je... Lagi pengen nulis aja.
Menumpahkan isi otak...
Mudah-mudahan jadi lebih jelas kalau sudah ditumpahkan sebagian.
Andaikan otak bisa di defrag semudah mendefrag harddisk, hehe... *ngayaldotcom

Gambar dicomot dari sini

Tuesday, June 12, 2012

An Invisible Sign (movie review)

Weekend kemarin menyempatkan diri menonton film yang judulnya 'menarik'.

An Invisible Sign

Starred by me, eh... maksudnya Jessica Alba

Nice movie (not a great one, but a nice drama).
About life, family, and being a grown up.
I think the main topic is about taking control for your own life.
You can't wait for someone to come take control and clean up the mess and deal with everything for you.
You are the person in charge.
You take control.
You make your own decision.
Live your life to the fullest.
Learn from your mistakes.
No regrets.


*picture taken from here.

Tuesday, June 05, 2012

Currently reading "Aku, Kau & Sepucuk Angpau Merah" by Tere Liye. Bakal jadi teman perjalanan pulang pergi ke kantor yang setia nih seminggu ini :D

Habibie & Ainun (book review)


I was intended to make a book review as soon as I finished reading this book "Habibie & Ainun", tapi belum saja menyempatkan diri untuk benar-benar menuangkankannya ke dalam tulisan (please do forgive my ruin grammar, please
).

Saya selesai membaca buku "Habibie & Ainun" ini sudah sejak 2 minggu lalu. Buku pinjaman yang sempat menginap tanpa tersentuh selama seminggu di atas tumpukan buku dan majalah di kamar, hehe...

Well, saya coba share beberapa bagian cerita yang berkesan buat saya di buku ini.
  • Pertemuan 'pertama' Habibie & Ainun di masa dewasa. Lucu membayangkan Pak Habibie berkomentar spontan terhadap Ainun "dahulu gula jawa sekarang gula pasir".
  • Perjuangan Habibie & Ainun sejak masa-masa awal pernikahan sampai masa-masa kritis Ibu Ainun dan akhirnya meninggal dunia. Hehe... itu mah seluruh isi buku atuh ;p
Apalagi ya? Duh... niat ga sih bikin review buku???

Ahaha... sebenernya sih niat awalnya satu, mau mengaitkan review buku ini dengan tulisan sebelumnya. Soalnya bersamaan dengan waktu usaha memahami analogi raja dan ratu dalam catur, saya menyelesaikan membaca buku ini, jadi seolah-olah dapat jawaban. Oohh... mungkin ini salah satu contoh yang pas untuk analogi itu.

Sang raja, kalau dianalogikan sebagai suami, memiliki kekuasaan mutlak, tapi ruang geraknya terbatas di bidang domestik rumah tangga, karena dia harus berkonsentrasi terhadap faktor-faktor lain di luar rumah tangga yang berpengaruh besar tidak hanya terhadap kelangsungan rumah tangganya saja (memberi nafkah keluarga), tapi juga terhadap orang lain (berkaitan dengan perannya di dalam masyarakat). Sedangkan ratu, yang dianalogikan sebagai istri, sebagai penjaga harmoni, memiliki ruang gerak yang lebih leluasa. Dalam perannya sebagai penjaga harmoni, dia harus mengoptimalkan ruang geraknya itu untuk menjaga harmoni / keseimbangan dalam keluarga. Memastikan penguasa bisa tetap fokus terhadap peranannya terhadap masyarakat, tanpa mengecilkan perannya di bidang domestik.

Hehe... bingung ga? Ini yang saya pahami saat ini. Kalau dapat masukan lagi, pemahaman ini pastinya masih bisa berubah, mudah-mudahan terus berkembang.

Anyway, back to the book. Kalau buat bacaan ringan, buku ini tidak begitu disarankan. Hehe... kisah cintanya memang menarik, banyak hikmahnya, tapi di bagian isi bukunya, banyak ter'selip' istilah-istilah teknik. Serasa membaca diktat kuliah. Tapi melewatkan bagian-bagian yang terlalu banyak istilah teknik disitu ga kan terlalu berpengaruh ko, jalan ceritanya masih bisa dimengerti. Kalau penasaran, dibaca seluruhnya lumayan ko untuk menambah pengetahuan di bidang teknik (hmm... ada yang nyangkut ga ya di otak?).

Happy reading!

*sumber gambar : http://luar-negeri.kompasiana.com/2010/05/23/ainun-habibi-inspirator-sang-presiden-sebuah-catatan-yang-belum-selesai/

Monday, May 14, 2012

Analogi : Raja dan Ratu dalam Catur


Dalam permainan catur, ada kekuasaan dan ada harmoni. Raja sebagai simbol kekuasaan, memiliki ruang gerak yang terbatas, hanya satu langkah ke segala arah. Sedangkan ratu sebagai simbol harmoni, memiliki ruang gerak yang lebih leluasa ke segala arah. Permainan berakhir ketika raja mati.


Ada yang bisa bantu saya memahami analogi ini?
Hasil nguping percakapan di mall nih 

Gambar dicomot tanpa izin dari sini.

Wednesday, May 09, 2012

Not Another Gloomy Birthday

Sebenarnya tak mengharapkan apapun yang spesial hari ini. Mengingat acara 'birthday surprise' sudah out-of-date sejak pindah lokasi kantor. Selain itu, kondisi hati yang memang lagi fluktuatif bikin ga mood dengan acara rame-rame.

But today's 'simple surprise' is really sweet. Memang benar ya, yang namanya perhatian itu bisa melembutkan hati --- iya gitu? siapa sih yang ngomong gitu? pendapat aku aja da ini mah ---> mulai monolog ga jelas

Sempet panik waktu ditagih traktiran pagi-pagi, hihi... walaupun masih awal bulan, tapi kondisi kantong mendadak menipis setelah konsultasi ke dokter tulang kemarin. Jadinya sama sekali tak menyiapkan dana traktiran atau kue buat dibagi-bagi hari ini. Plus kondisi hati masih timbul tenggelam mulu. Jadinya tak mengharapkan ada yang ingat hari ultahku hari ini. Hihi... lagi gloomy ceritanya mah

But having affectionate friends changing everything. Ketika aku menyangka Rita Senpai dan Teh Yanceu datang ke ruangan untuk menjemput makan siang, ternyata... di belakang mengikuti teman-teman yang lain. Ada Teh Mitha, Teh Achi, dan mister Te-Ha-eR. Awww... it's not gonna be another gloomy birthday I guess

One of the sweetest thing is... Mitha made the birthday cake! Terharu...



Well... siapapun yang punya ide untuk hari ini, thank you very much! You all showed me that I still have you all who care for me. Hiks... tolong jangan bosan mengingatkan aku untuk terus bersyukur punya teman-teman seperti kalian semua. Di hari jatah umurku berkurang lagi satu tahun, mohon maaf atas semua kesalahan dalam berinteraksi ya. Mudah-mudahan aku bisa lebih dewasa dalam bersikap, lebih mampu bersyukur, lebih sholehah, de-es-be... de-es-be...


Hehe... sekali lagi, thanks for being very thoughtful friends. May Allah bless you all. Aamiin

Sunday, May 06, 2012

And the Bouquet Goes To...


Attending a friend's wedding last night. Jadi pengen sedikit berbagi tentang tradisi lempar bunga. Setelah tanya-tanya dikit ke abah Google, ternyata sejarah dimulainya tradisi lempar bunga menarik juga. Menurut artikel Why Does the Bride throw the Bouquet at Her Wedding?, awalnya tamu undangan itu suka menyobek sedikit gaun pengantin wanita, semacam lucky charm gitu, siapa tahu ikut kecipratan jadi pengantin - kalau di Indonesia mungkin sama dengan diam-diam 'mencuri' melati yang jadi hiasan rambut pengantin ya.

Seiring dengan perkembangan jaman, gaun pengantin harganya semakin mahal, jadi kalau disobek kan sayang Makanya, untuk mencegah tamu undangan menyobek gaun pengantin, tradisinya mulai bergeser, jadi melemparkan tali pengikat stoking pengantin perempuan (istilahnya garter). Tapi karena kadang ada tamu undangan yang kurang sabar, berusaha merebut garter saat masih dipakai pengantin (iseng banget ini mah ), tradisinya pun bergeser lagi, jadi melempar buket bunga pengantin. Buket bunga dianggap cocok sebagai tradisi 'menularkan keberuntungan', alasannya, selain karena bunga dianggap sebagai simbol kesuburan, bunga juga bukan barang mahal yang tahan lama -- maksudnya tidak termasuk benda yang bisa dijadikan kenangan peristiwa pernikahan -- sedikit paradoks dengan maksud untuk menularkan keberuntungan ya

Haha... mudah-mudahan ga salah membuat review artikelnya, lebih jelasnya, silakan baca artikelnya langsung di link di atas, masih banyak sumber lain juga tentang lempar bunga ko, tanya aja abah Google

Anyway.. hubungannya dengan judul blog ini?

Hohoho... tadi malam, waktu acara lempar bunga di resepsi pernikahan seorang teman. Aku termasuk salah satu tamu undangan yang antusias jadi penangkap buket bunga pengantin . Sudah ambil posisi strategis di belakang tamu undangan yang lain.

Detik-detik menegangkan... Pasangan pengantin mengambil posisi membelakangi para tamu, siap melemparkan buket bunga, semua ikut menghitung, satu... dua... tiga... Buket bunga dilempar, melambung ke atas, sedikit menyenggol lampu gantung di langit-langit ruangan, meluncur ke bawah, tanganku meraih ke atas, dan... ... ... ya!!! I got it!!! Wait... it slipped off my hand... I didn't grip it... Buketnya jatuh ke lantai, tepat di depanku... Di saat aku masih terbengong-bengong menatap buket yang jatuh ke lantai... seseorang meraihnya. Aku cuma bisa bengong... I could have gotten it...
(sumpah... kalau ada yang merekam reaksiku saat itu, kayanya udah tampang cengo abisss... >_<).

Tapi untungnya bengongnya ga lama-lama amat. Melihat reaksi temanku peraih buket bunga yang terkejut plus bahagia dengan buket bunga di tangannya. Aku spontan tepuk tangan, ikut gembira. Haha... masih sedikit ga percaya dengan reaksiku sendiri. Ko sempet-sempetnya aku bengong... XD

Well... it's just a bouquet. Being 'lucky' does not depend on bouquet, right.
Keep the faith, girl

Monday, April 30, 2012

Bella's Wedding Scene

What's so envious from Bella's wedding?
To me... it's not the dress,
not the cake,
not the garden party,
not even the groom (vampire is a very rare species in the real world you know :p).

This scene... the one I envy the most...

Bella : "Just don't let me fall, Dad"
Charlie : "Never"

She got her father by her side...
I miss my Dad...


Friday, April 20, 2012

Episode Menjelang Maghrib

Aku : *menaruh sekotak susu kalsium di atas meja makan
Mamah : "Neng, sekarang mah susu kalsium teh macem-macem, buat remaja juga ada"
Aku : *bengong sejenak
Aku : "Mah... kan Neng mah udah bukan remaja lagi..."
Mamah : "ooh... jadi minumnya buat yang dewasa atuh ya" *dengan wajah tanpa dosa
Aku : -_-"

Tuesday, November 15, 2011

49 Days (Movie Review)

I just done watching a korean drama titled “49 Days" last month.

The movie review said its genre is drama, romantic, fantasy, comedy.

The story is about a naïve girl (or woman?), named Shin Ji Hyun. She’s a very cheerful and naïve girl who is surrounded by people who loves her (or looks like so).


One day, she got an accident that put her into a coma. Her soul is leaving her body. But she is not dead yet. She is given a chance to get her life back in 49 days. All she need to do is collecting 3 pure tears from 3 persons who truly loves her, who would cry for her just because the thought of her.

She will be able to wander as human in a woman’s body. But she can only use that woman’s body while the woman’s asleep. The name of the woman is Song Yi Kyung, she actually the cause of the accidents that put Shin Ji Hyun into a coma. But Ji Hyun doesn’t know this yet.
The story itself is really interesting. Ji Hyun finds out a lot of things that she didn’t expected before. At first she thought it would be easy to get those 3 pure tears, but then she realizes that people’s heart is more complicated than it seems.

Things is not always what it seems… Her best friend is actually betrayed her with her fiancee. Her old friends doesn’t really like her. The point is, it’s not easy to find the one who really loves her for real with pure heart.

But she became more mature. Knowing things that she never knew before, what’s actually happen around her, she realizes that all this long she’s been too innocent, too naïve, she should learn to see more what’s in others intention. What others receive is not always what she expected to be.

She also realizes that the person who never been ‘nice’ to her is actually the one who’s willing to do anything to help her.

She almost run out her 49 days, when finally on the last minute, she got two more pure tears she needed to come back to life. She finally awoke from his coma.

But her happiness is not for long, she got news that her life would be taken for real in 6 days. The scheduler (the one who will bring the soul to ‘the other world’), told her that she can choose whether she wants to remember the whole 49 days or forget it for the rest of her days.
She chose to remember. She decided to live the rest of her 6 days cheerfully. She wants to leave the image of cheerful girl on the people around her. That she really enjoys every seconds of her life.

Awww… I know my review is not thoroughly. I don’t feel satisfied with what I write here. Too many details missing. I guess I just retell the big picture, the rest of the details is still trapped inside my head :P

Monday, November 14, 2011

Eu Amo Capoeira

2/23/2011 10:41:13 AM

Eu Amo Capoeira

26 Januari 2010, sebelum jam 7 malam, aku setengah berlari menuju GGM, hari ini sudah kubulatkan tekad, harus mulai ikut capoeira. Kalaupun tak bisa langsung ikut latihan malam ini juga, setidaknya aku sudah daftar. Pokoknya harus ikut!!!

Hehe… kenapa tiba-tiba pengen ikutan capoeira ya? Aku tak punya latar belakang beladiri sedikit pun. Aktivitas olahraga pun nyaris tak ada, satu-satunya aktivitas olahraga yang kulakukan secara rutin adalah naik turun tangga di kantor --- naik tangga waktu datang, dan turun tangga waktu pulang :D

Well… awalnya dari browsing halaman friendster seorang teman… (friendster??? Emang masih jaman ya? :P). Tadinya cuma iseng browsing lihat-lihat foto aktivitasnya dia, dan tiba-tiba terhenti di satu foto dengan pose yang ‘aneh’. Eit… dia lagi ngapain nih? Ko foto dengan pose badan bertumpu di satu tangan, kaki diangkat ke atas membentuk siku, dan judul fotonya adalah ‘me au batido’ (judul yang sempat membuat aku tertipu, menyangka nama gerakan itu adalah me au batido, padahal maksud judulnya adalah me (doing) au batido XD).

Aku terus klik foto-foto lainnya, dan merasa takjub saat menemukan bahwa dia mengikuti komunitas capoeira. Sempat menyangka kalau dia mengikuti capoeira langsung di Brazil, karena pada saat itu aku belum tahu kalau capoeira sudah masuk ke Indonesia (haha… where have I been???). Dan semakin takjub ketika menyadari, hoh… ini di Indonesia toh? Tapi dimana yah?

Aku browsing di google dengan kata kunci ‘capoeira bandung’. Sempat hampir menyerah ketika selama hampir satu bulan aku search di google,t ak menemukan informasi tentang komunitas capoeira di Bandung (selain Sinha Bahia di Jatinangor yang tentu saja tak memungkinkan untuk kuikuti karena lokasinya yang terlalu jauh, lagipula websitenya terakhir di update tahun 2007, jadi entahlah komunitas itu masih ada atau tidak).

Sebulan berikutnya aku sempat melupakan keinginanku untuk ikut capoeira. Tapi keinginan itu memanas lagi setelah teman-teman kantor semakin seru bercerita tentang aktivitasnya di luar kantor. Ada yang ikut les piano, les biola, belajar flute otodidak… Aku? Mau ikut les musik… merasa tak punya bakat di bidang musik… lagipula biayanya mahal… Mau ikut beladiri… pilihannya semula adalah taekwondo dan aikido, tapi juga tak yakin karena latihannya yang tampaknya keras, ditendang dan dibanting, ouch >.< Mau ikutan olahraga, sempat terpikir ikut badminton, tapi tak punya raket. Basket? Aku cuma menikmati kegiatan shooting basketball saja. Huff… what will I do then?

Kemudian teringat lagi pada capoeira. Tapi kali ini alternatifnya bukan hanya capoeira. Karena bulan ini juga aku baru browsing halaman blog seorang teman (different friend from the one doing capoeira), dan menemukan aktivitas yang namanya Parkour. Tampaknya menarik juga… Jadilah aku menimbang-nimbang antara Parkour dan Capoeira. Kembali mencoba bertanya pada abah google tentang dua alternatif tersebut, dan akhirnya kali ini aku menemukan informasi tentang salah satu komunitas capoeira di Bandung, ternyata informasinya ada di Facebook! Dan tempatnya pun lumayan mudah dijangkau dari lokasi kantor, di GGM Jl. Merdeka! Oh, please… why didn’t I find this info 2 months ago??? I remember finally finding this info around November-December 2009. Mengingat aktivitas akhir tahun sampai awal tahun yang padat, tak mungkin aku mulai gabung di bulan-bulan itu.

9/9/2011 2:48:23 PM

Hehe.. .melanjutkan tulisan yang sempat tertunda sejak Februari :D
Tadinya tulisan ini kumaksudkan sebagai reminder setahun aku bergabung di capoeira,t api… haha… kebiasaan menunda yang parah menyebabkan tulisan ini tak kuselesaikan segera :P

Anyway… let’s just continue my story, shall we? :D

Setelah mempertimbangkan berbagai hal dan membandingkan antara capoeira dan parkour, akhirnya aku memutuskan untuk ikut capoeira terlebih dahulu. Pertimbangan utamanya dari sisi waktu latihan. Walaupun awalnya sempat khawatir stamina akan terkuras karena waktu latihannya malam sepulang kerja, tapi melangkahkan kaki keluar rumah di hari minggu pagi saat itu masih sangat sulit untukku, bawaan mood di hari libur biasanya ingin diam di rumah sepanjang hari, hehe…

Jadilah… seperti yang sudah kutuliskan di paragraf pertama tulisan ini. 26 Januari 2010, aku membulatkan tekad, memberanikan diri, membunuh malas, menyingkirkan rasa takut, aku datang sendirian ke GGM…

Mendekati lokasi latihan, a.k.a. GGM, detak jantung makin ga karuan… mulai terasa kepakan kupu-kupu di perutku (iseng banget nih kupu-kupu), sempat terpikir untuk balik badan, nyebrang ke gramedia, naik angkot Caringin-Sadang Serang, pulaaannngg… Haha… tapi masa menyerah sebelum bertempur sih? Lagian udah kagok sampai lokasi… maju teroooossss…

Di depan pintu kaca ruang latihan… kulihat belum banyak orang, baru ada 2-3 orang di dalam. Kulihat ada satu orang sedang duduk santai di atas tumpukan matras. Dia tampak acuh tak acuh, tapi aku beranikan diri bertanya, aku lupa tepatnya apa pertanyaanku, intinya sih menyampaikan kalau aku baru mau bergabung. Dia hanya memberi isyarat mengarahkan pandangannya ke belakangku. Aku menoleh, di dekat pintu ada seorang pria berkacamata sedang duduk sambil tersenyum dan mengangguk.

Melihat penampilannya yang lebih dewasa, aku pikir mungkin dia pelatihnya. Jadi langsung aku menghampiri dia dan bilang kalau aku mau bergabung. Eh… tahunya… “Oh… saya juga baru mau gabung ko” Lho… ternyata sama-sama baru seperti aku. Syukurlah… aku bukan anak baru sendirian :D

Sekitar jam 7 malam, sudah mulai banyak orang yang datang, termasuk pelatihnya. Aku dan anak baru lainnya menyatakan maksud hati untuk mendaftar (halah… bahasanya…). Pelatihnya menawarkan alternatif, “Mau langsung daftar sekarang atau mau coba ikut latihan dulu? Soalnya untuk pendaftaran langsung bayar iuran selama 3 bulan, takutnya nanti setelah ikut latihan, kapok, ga datang lagi, sayang uang pendaftarannya..”

“Oh… ok, klo gtu kita ikut latihan aja dulu. Boleh kan ikut latihan sekarang?”
“Boleh aja, bawa baju ganti untuk latihan kan?”
“Bawa”

Jadilah aku ikut latihan capoeira pertamaku… Masih inget kostum yang aku pake waktu itu. Kaos putih tangan pendek gambar hati, dalaman kaos tangan panjang warna hitam, celana training hitam.

Latihan pertama… bener2 merasa tertipu dengan video2 tutorial capoeira yang kulihat di youtube. Yang aku tahu gerakan dasarnya adalah ginga. Berasumsi itu gerakan awal yang mudah untuk dipelajari yang membuat aku nekad datang sendirian hari itu… ternyata… memang ga salah… gerakan basic-nya adalah ginga, yang tidak aku antisipasi sama sekali adalah gerakan pemanasannya…

Sit-up 2 set (kalau ga salah waktu itu satu setnya 12x untuk cewek, 15x untuk cowok), push-up 2 set, handstand, handstand push-up… gubraggghhh… Handstand memang ga sendiri, tapi dipegang oleh partner latihan. Masih ingat, waktu itu dibantu oleh salah satu pelatih untuk handstand, karena ini pertama kalinya aku belajar handstand, sama sekali ga yakin dengan kekuatan tanganku, jadi rasanya sempat menendang sang pelatih :D

Sempat juga merasa lemas waktu sit-up dan push-up, tapi gengsi memaksa untuk terus bergerak, sekalian ingin tahu sejauh mana kemampuanku. Ternyata kuat-kuat aja kok. Tapiii…. Keesokan harinya… Seluruh badan pegal-pegal bukan main… >.<

Kembali didorong rasa gengsi, walaupun hari berikutnya badan masih sakit2, aku memaksakan diri untuk datang…

Di tempat latihan… Lho? Mana anak baru yang latihan bareng aku kemarin? Waduh… kalau dia ga datang lagi… aku jadi anak baru sendirian… hiks…

Pelatihnya sempat menanyakan, “Mana temennya? Ko ga datang lagi? Kapok ya?”
Aku Cuma nyengir sambil menjawab “Mungkin…”

Pulangnya… tiba2 sepupuku menghubungi, dia bilang mau menginap di rumah. Aku bilang “tapi aku belum pulang nih, masih di Jl. Merdeka, lagi latihan capoeira”
“Gpp, aku jemput aja kesana”

Hehe… sekalian aja aku ajakin ikut capoeira juga. Alhamdulillah… sampai sekarang kita berdua masih konsisten ikut capoeira. ^^v

Oya, teman yg disangka kapok ikut capoeira itu akhirnya datang latihan lagi setelah sekitar 2 minggu kemudian. Dan sampai sekarang, dia yang malah maju sangat pesat di capoeira, aku ketinggalan jauuuhhh…

11/14/2011 10:00:02 AM

Huehue… masih belum diposting tulisan ini???
Hehe… berhubung sedang cuti latihan capoeira, jadi agak malu posting tulisan ini, semangat sedang ‘sedikit’ menurun, rasanya pengen mengulang latihan basic dari awal lagi :P
Someone told me, tdk apa2 mundur satu langkah untuk kemudian maju sepuluh langkah. Well… mudah2an setelah cuti latihan ini semangat latihanku tumbuh lagi, dan bisa jauuuuhhhh… lebih semangat lagi. Aamiin…

Mengulang tulisanku di awal… Eu Amo Capoeira…
Walaupun semangat sempat turun, but I already fall for capoeira, I’ll be back! ^^v


Monday, July 18, 2011

My Amigurumi


berawal dari amirugumi yg paling simpel ini... ketagihan bikin amirugumi lagi... (tapi tetep nyari pola yg simpel :D) --- you can find the tutorial at http://www.youtube.com/wat​ch?v=dKHv6lCF188